More

    Apakah Sebuah Puisi yang Indah Selalu Mudah “Dipahami”?

    Berikut saya terjemahkan satu puisi dari Roberto Bolano yang cukup kompleks sebagai sebuah “puisi politik”. Bolano mencoba menggunakan metafora jenis fauna–meski imajiner–yang tidak umum dalam dunia sastra, yaitu: Godzila. Monster raksasa mirip dinosaurus dalam salah satu film Holywood itu bisa ditafsirkan sebagai metafora kekuasaan riil politik yang mencengkram politik dan kebudayaan Meksiko sejak lama, yaitu Amerika Serikat. Namun, Godzila itu bisa juga ditafsirkan sebagai “musuh” gerakan infrarealismo dalam dunia sastra Meksiko–para rejim estetika monistik di Meksiko. Lebih lengkapnya, silakan dibaca puisi “infrarealismo” karya Roberto Bolano berikut ini:

    GODZILA DI MEKSIKO

    Karya Roberto Bolano

    - Advertisement -

    Dengarkan baik-baik, putraku: bom berjatuhan
    di Mexico City
    meski tak ada yang menyadari.
    Udara membawa racun melintasi
    jalan-jalan dan memasuki setiap jendela terbuka.
    Kau baru saja selesai makan dan menonton
    film kartun di TV.
    Aku tengah membaca di kamar tidur sebelah
    ketika mendadak kusadari kita akan segera mati.
    Meski pusing dan mual kuseret tubuhku perlahan
    ke ruang makan dan menemukan kau tergeletak di lantai.
    Kita berpelukan. Kau bertanya apa yang terjadi
    dan aku tak ingin kau tahu kita sedang menuju kematian,
    sebaliknya kukatakan kita akan melakukan perjalanan,
    sekali lagi, bersama-sama, dan kau tak perlu takut.
    Ketika hal itu berlalu, maut bahkan tak sempat
    mengatupkan kedua mata kita.
    “Apakah kita?” tanyamu seminggu atau setahun kemudian,
    “Semut, lebah, atau hanya nomor yang salah
    di tengah sup busuk besar kesempatan?”
    Kita manusia, putraku, hampir serupa burung,
    pahlawan publik dan segala yang rahasia.

    —————————————————————

    GODZILA EN MEXICO

    Por Roberto Bolano

    Atiende esto, hijo mío: las bombas caían
    sobre la Ciudad de México
    pero nadie se daba cuenta.
    El aire llevó el veneno a través
    de las calles y las ventanas abiertas.
    Tú acababas de comer y veías en la tele
    los dibujos animados.
    Yo leía en la habitación de al lado
    cuando supe que íbamos a morir.
    Pese al mareo y las náuseas me arrastré
    hasta el comedor y te encontré en el suelo.
    Nos abrazamos. Me preguntaste qué pasaba
    y yo no dije que estábamos en el programa de la muerte
    sino que íbamos a iniciar un viaje,
    uno más, juntos, y que no tuvieras miedo.
    Al marcharse, la muerte ni siquiera
    nos cerró los ojos.
    ¿Qué somos?, me preguntaste una semana o un año después,
    ¿hormigas, abejas, cifras equivocadas
    en la gran sopa podrida del azar?
    Somos seres humanos, hijo mío, casi pájaros,
    héroes públicos y secretos.

    —————————————————————

    GODZILA IN MEXICO

    By Roberto Bolano

    Listen carefully, my son: bombs were falling
    over Mexico City
    but no one even noticed.
    The air carried poison through
    the streets and open windows.
    You’d just finished eating and were watching
    cartoons on TV.
    I was reading in the bedroom next door
    when I realized we were going to die.
    Despite the dizziness and nausea I dragged myself
    to the kitchen and found you on the floor.
    We hugged. You asked what was happening
    and I didn’t tell you we were on death’s program
    but instead that we were going on a journey,
    one more, together, and that you shouldn’t be afraid.
    When it left, death didn’t even
    close our eyes.
    What are we? you asked a week or year later,
    ants, bees, wrong numbers
    in the big rotten soup of chance?
    We’re human beings, my son, almost birds,
    public heroes and secrets.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here